lihat semua

lihat semua

Minggu, 13 November 2016

Masker anti polusi Xiaomi "Cloth Pear Fresh Air Mask"

Ini Pelajar, Jakarta | Xiaomi telah meluncurkan masker anti polusi yang disebut Cloth Pear Fresh Air Mask.


Saat ini pencemaran udara banyak terjadi di kota - kota besar dan semakin memperihatinkan. Xiaomi akhirnya meluncurkan masker anti polusi yang beratnya sangat ringan sekitar 50,5 gram. Lebih lanjut, masker hi-tech ini terbuat dari serat fiber berkualitas tinggi dengan jahitan tangan yang menawarkan struktur tiga dimensi.

Masker ini ditawarkan dengan warna abu - abu dengan filter udara khusus yang dibuat pada salah satu sisinya. Filter ini juga mampu mencapai efisiensi penyaringan PM2.5 hingga 99 persen. 


Selain itu, Cloth Pear Fresh Air Mask dilengkapi dengan baterai lithium-ion yang dapat di isi ulang dengan port micro USB dan dapat bertahan 4 sampai dengan 8 jam.

Yang membuatnya ringan, terdapat komponen kipas kecil dan cartridge yang bisa dilepas untuk memudahkan proses penggantian.Kipas ini memiliki tiga tingkat kecepatan. Ada juga tombol power on/off yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Saat ini Cloth Pear Fresh Air Mask baru tersedia di situs Mi Home Crowdfunding dengan harga sebesar 89 Yuan ($13) atau setara IDR 174.348.00. 

Aplikasi kamera untuk penyandang buta warna "Microsoft Color Binoculars"

Ini pelajar, Jakarta | Microsoft telah membuat terobosan sebuah aplikasi yang dapat membantu penyandang buta warna yang disebut "Color Binoculars".


Buta warna adalah kekurangan penglihatan atas warna. Mata tidak akan melihat warna seperti biasanya jika ada masalah dengan pigmen pada reseptor warna. Jika salah satu pigmen hilang, maka mata akan memiliki masalah melihat warna tertentu.

Aplikasi ini dapat digunakan untuk siapa pun yang menderita tiga jenis umum dari buta warna, yakni trikromasi, dikromasi, dan monokromasi. Namun, saat ini baru tersedia untuk platform iOS

"Kita melihat lensa khusus yang membantu orang buta warna membedakan warna, Tetapi itu sangat mahal. Jadi kami pikir, mari kita buat yang gratis pada telepon" kata Tingting Zhu, seorang Microsoft engineer yang membantu mengembangkan proyek tersebut.


Dengan menggunakan filter warna yang terdapat dalam aplikasi, pengguna dapat menyesuaikan warna sehingga pengguna dapat membedakan warna secara langsung. Tentunya, aplikasi ini mendorong pengguna agar tidak takut untuk mengenali warna seperti manusia pada umumnya. 



4 Cara mengajar guru yang membosankan

Ini Pelajar, Jakarta | Bagi pelajar yang kurang suka dengan salah satu pelajaran, mungkin mereka lebih tidak suka dari cara guru tersebut mengajar.


Banyak pelajar di Indonesia mengeluh tidak bisa mengerjakan tugas, karena saat guru memberikan materi ia tidak memperhatikannya. Mengapa demikian ?. Beberapa beranggapan bahwa guru yang memberikan materi sangat membosankan, sehingga mereka tidak dapat memahami materi yang dibawakan oleh guru tersebut.

Tujuan sekolah adalah mendidik seperti yang tertuang pada "Tut Wuri Handayani" . Tiga semboyan itu adalah Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani. Arti dari semboyan ini adalah: Tut Wuri Handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan), Ing Madya Mangun Karsa (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide), dan Ing Ngarsa Sung Tulada (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik).  Berikut ini 4 cara mengajar guru yang membosankan. 


1. Jarang masuk, dateng - dateng ngasih tugas


Tipe guru yang satu ini pasti pernah ada saat disekolah bukan? Nah, guru ini biasanya juga jarang memberikan materi saat di kelas. Tiba - tiba datang memberikan tugas dan keluar lagi.

2. Waktu ngajar, suasananya tegang


Mungkin ini yang disebut sebagai guru killer . Beda dari yang pertama, guru ini cenderung memberikan sensasi ketegangan saat mengajar. Jangan harap kamu bisa nengok teman sebelah kamu saat pelajarannya berlangsung. Apalagi waktu ulangan yang menjadi pengawas ruangan adalaha guru tersebut. Selamat tang-ting-tung aja deh.

3. Rajin ngasih tugas, pr, dan ulangan


Apasih tujuan sekolah saat ini? Nilai. Ya, hampir seluruh sekolah di Indonesia hanya mementingkan "nilai angka" daripada "nilai sosial". Padahal tidak semua pelajaran disekolah digunakan saat kita sudah kerja ataupun berbaur di masyarakat. Banyak moral pelajar rusak karena salah satunya di sekolah tidak diajarkan "Sadar diri".

4. Banyak aturan yang "menekan" alias gak penting


Tipe guru yang satu ini banyak memberikan aturan yang "gak penting sama sekali". Mungkin terdapat dibeberapa sekolah ataupun kampus di Indonesia. Diantaranya aturan seperti dilarang ke kamar mandi saat pelajaran berlangsung, dilarang minum dikelas, dilarang ketawa-ketawa saat pelajaran berlangsung. Memangnya apa gunanya aturan tersebut? Apakah masih diperlukan aturan semacam itu?.

Pemahaman konsep pelajaran sangatlah penting. Kalau generasi penerus tidak dibimbing dengan baik apakah Negara Indonesia ini bisa menjadi lebih baik kedepannya? Mari sama-sama kita membangun dunia pendidikan dengan baik.